expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 07 April 2013

Persiapan Budidaya Cabai Dengan Pemasangan mulsa plastik hitam perak (MPHP)



            Saat ini bertanam cabai hibrida diarahkan pada penanaman menggunakan sistem mulsa plastik hitam perak (MPHP).Dengan sistem MPHP,biaya untuk pemeliharaan gulma sangat rendah.Hal ini disebabkan MPHP mampu menekan pertumbuhan gulma sehingga petani tidak perlu menambha biaya pemeliharaan,seperti tenaga kerja dan biaya pestisida.Selain itu,MPHP juga mampu menekan serangan hama dan penyakit pada penanaman cabai.
            Berbeda dengan penanaman MPHP,penanaman secara konvesional dianggap kurang efesien dan tidak ekonomis serta mampu menurunkan produksi.Gulma yang tumbuh lebat didaerah penanaman cabai perlu biaya tenaga kerja yang besar dan baiya pestisida yang tinggi.Gulma yang tidak dikendalikan akan menjadi kompetitor bagi tanaman cabai dalam memperoleh hara.Itulah sebabnya produksi cabai tidak maksimal.Oleh karena itu,budidaya pada cabai merah besar,cabai keriting,cabai rawit,dan paprika disarankan menggunakan MPHP,baik penanaman dilahan terbuka maupun greenhouse.
a)     Keuntungan MPHP
            Secara umum keuntungan bertanam dengan sistem MPHP antara lain sebagai berikut :
a)     Pemberian pupk dapat dilakukan sekaligus total sebelum tanam.
b)    Warna hitam dari mulsa dapat menekan pertumbuhan rumput-rumput liar atau gulma.
c)     Warna perak dari mulsa dapat memantulkan cahaya sinar matahari sehingga dapat mengurangi serangan hama seperti aphis,trips,dan tungau,serta secara tidak langsung menekan serangan virus.
d)    Menjaga tanah tetap gembur,suhu,dan kelembapan tanah relatif tetap (stabil)
e)     Mencegah tercuci nya pupuk(leaching) oleh air hujan dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari
f)      Buah cabai yang berada diatas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga dapat mengurangi resiko terjangkit penyakit busuk buah.
g)     Kesuburan tanah dapat dipertahankan karena pemupukan merata sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya relatif seragam(homogen)
h)    Praktis untuk melakukan sterilisasi tanah menggunakan fumigan,seperti basamid-G karena fungsi MPHP mempercepat proses pembentukan gas zat fumigan tanpa harus membeli plastik khusus.
i)       Secara ekonomis,penggunaan MPHP dapat mengurangi pekerjaan penyiangan gulma dan penggemburan tanah sehingga biaya pengadaan MPHP dapat dialokasikan dari biaya pemeliharaan tanaman tersebut.
j)       Pada musim kering(kemarau),MPHP dapat menekan penguapan air dari dalam tanah sehingga tidak terlalu sering untuk melakukan penyiraman (pengairan)
b)    Cara pemasanagan MPHP
            Sebelum MPHP dipasang dibedengan,terlebih dahulu dilakukan pemupukan pupuk buatan secara total sekaligus.Jenis dan dosis pupuk biasa yang biasa digunakan untuk cabai hibrida adalah sebagai berikut:
a)     Hitung kebutuhan pupuk.Jika menggunakan NPK (15:15:15)sebagai pupuk dasar,dibutuhkan sebanyak 700 kg NPK/ha.Jika lahan bersih dipakai perhitungan hanya 70% setelah dipotong parit dan jalan,kebutuhan pupuk/m² menjadi 100 9.Untuk praktisnya,kebutuhan pupuk dihitung per bedengan.Misalnya,panjang bedengan 12 m dengan rata-rata lebar bedengan 1m,pupuk yang diperlukan sejumlah 1.200 kg
b)    Tambahkan tiap 100 kg pupuk campuran tersebut dengan 1 kg borate dan 1,5 kg furadan
c)     Sebar merata campuran pupuk buatan sambil diaduk dan dibalikkan dengan tanah bedengan.
d)    Ratakan kembali bedengan sambil dirapihkan.
e)     Setelah itu siram bedengan dengan air secukupnya agar pupuk dapat larut kelapisan tanah.

            Pemasangan MPHP sebaiknya dilakukan pada saat terik matahari yaitu pukul 13.00-15.00 agar plastik tersebut memanjang (memuai)dan menutup tanah serapat mungkin.Pemasangan MPHP minimal dilakuka 2 orang.caranya sebagai berikut :
a)     Tarik kedua ujung MPHP masing-masing ujung bedengan dengan arah memanjang
b)    Kuatkan dengan pasak bilah bambu berbentuk “U” yang ditancap disetiap sisi bedengan.Selanjutnya,tarik lembar MPHP kebagian sisikiri dan sisi kanan(lebar)bedengan hingga tampak rata menutup permukaan bedengan.Kuatkan dengan pasak bilah bambu pada setiap jarak 40-50 cm
c)     Bairkan bedengan yang telah ditutup MPHP selama 5 hari agar pupuk menyatu denga tanah dan tidak membahayakan bagi bibit cabai yang hendak ditanam
d)    Setelah MPHP terpasang,buatlah lubang tanam sesuai jarak tanam yang diinginkan.Agar jarak tanam rapi dan tidak melenceng,gunakan tali rafia yang telah diberi tanda sesuai jarak tanam dalam barisan.Dengan demikian,mulsa dapat dilubangi berdasarkan tanda tersebut.
e)     Lubangi mulsa dengan menggunakan kaleng susu kental manis bekas atau yang seukurannya,Salah satu penutupnya dibuat bergerigi untuk memudahkan pelubangan atau dengan cara memasukkan bara api/arang panas kedalam kaleng.Cara lain dapat menggunakan alat bantu khusus yang terbuat dari potongan pipa besi diisi dengan arang atau langsung menggunakan pisau silet atau pisau cutter dengan cara dikeratkan langsung pada MPHP berbentuk bulatan kecil.Dengan demikian,MPHP akan berlubang berupa bulatan-bulatan kecil berdiameter sekitar 6-8 cm.

Share It

Google+ Badge

Google+ Followers