expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 14 April 2013

Persiapan Lahan Budidaya Jagung





A.Pemilihan lahan
            Tanaman jagung dapat tumbuh didataran rendah dan didataran tinggi,Secara umum tanaman ini toleran dan mampu beradaptasi dengan iklim indonesia.Lahan tanam yang baik untuk budidaya jagung adalah lahan kering yang berpengairan cukup,lahan tadah hujan,lahan terasering,lahan gambut yang telah diperbaiki,atau lahan basah bekas menanam padi.Agar tumbuh dan berproduksi dengan baik,tanaman jagung harus ditanam di lahan terbuka yang terkena sinar matahari penuh selama 8 jam sehari.
            Tanaman jagung toleran dengan pH(potential of Hidrogen) tanah 5,5-7,0,tetapi nilai yang paling cocok adalah 6,8.Mengetahui nilai pH tanah lahan dapat dilakukan dengan cara sederhana,yakni mengukur sampel tanah yang diambil dari beberapa titik lahan tanam.Setelah itu,masing-masing sampel dimasukkan kedalam gelas uji dan dipisahkan sesuai dengan lokasi pengambilan.Kemudian sampel diencerkan dengan air bersih dan diukur nilai pH nya dengan menggunakan pH soil tester atau kertas lakmus.Nilai pH lalu dirata-ratakan dan hasilnya merupakan nilai pH lahan secara keseluruhan.
            Tanah lahan yang pH nya terlalu rendah atau asam bisa dinaikkan dengan menaburkan kapur/dolomit.Agar lebih efisien,pengaplikasiannya dilakukan bersamaan dengan pengolahan lahan.Setelah penaburan,lahan dicangkul dan disiram agar kapur dicampur merata.Banyak nya kapur yang diberikan tergantung pH awal lahan.Sebagai patokan untuk satu hektar lahan yang memiliki pH 5,0 dibutuhkan kapur sebanyak 2-4 ton.Sementara itu,jika pH tanah lahan terlalu tinggi atau basa dapat diturunkan dengan menaburkan belerang.Namun pengaplikasiannya dilakukan jika nilai pH lahan memang sangat tinggi,yakni mencapai 8,0 atau 9,0.

B.Pengolahan lahan
a. Pembersihan Gulma
            Sebelum ditanami jagung,lahan tanam dibersihkan dari gulma dan tanaman liar.Gulma seperti alang-alang,rimput teki,semak dan pohon perdu,siangi dengan akar-akar nya.Gulma ini kemudian dibakar dan abunya ditaburkan kelahan sebagai kompos untuk menambah kesuburan tanah.Tidak disarankan untuk mengubur gulma yang telah disiangi karena akan dikwatirkan akan mengundang munculnya hama seperti rayap dan semut.Selain itu,alang-alang dan rumput teki dapat juga dapat tumbuh kembali apabila hanya dikubur didalam tanah.Selain gulma,pohon-pohon besar yang tumbuh disekitar lokasi tanam dan berpotensi menghalangi masuknya sinar matahari juga perlu ditebang untuk memudahkan masuknya sinar matahari yang dibutuhkan oleh jagung untuk melakukan fotosintesis.
b.Pencangkulan
            Pencangkulan lahan dilakukan dengan memindahkan tanah bagian bawah sedalam 15-20 cm keatas permukaan lahan.Selain untuk menyeimbangkan ketersediaan unsur hara antara bagian bawah dan atas lahan,pencangkulan juga bertujuan untuk membuat tanah lebih remah dan gembur.Untuk lahan yang memiliki jenis tanah gembur(misalnya tipe tanah latosol)atau bekas lahan tanam semusim,pencangkulan cukup hanya sekali.Sementara itu,untuk lahan tanah yang memiliki jenis tanah berat (misalnya tipe podsolik dan grumosol),pencangkulan dilakukan dua kali,lalu digurau menggunakan garpu tanah.Jika lahan yang diolah terlalu luas,pencangkulan bisa diganti dengan dibajak agar pengerjaan nya lebih cepat.
c.Pembuatan bedengan
            Pembuatan bedengan untuk lokasi penanaman benih banyak dilakukan didataran rendah pada lahan kering,lahan bekas sawah,atau lahan tadah hujan.Bedengan dibuat selebar 70-100 cm dan tingginya 10-20 cm.Panjangnya disesuaikan dengan kondisi dan kontur lahan.Di daerah yang kering,tinggi bedengan sebaiknya dibuat agak rendah untuk memudahkan penyiraman karena jika terlalu tinggi akan membutuhkan banyak air saat penyiraman.Diantara bedengan dibuat parit selebar 10-30 cm yang berfungsi untuk mengatur keluar masuknya air dibedengan agar akar jagung tidak tergenang.Untuk mencegah atau membunuh hama pada bedengan tabur kan secara merata intektisida Furadan 3G dengan dosis 10-20 kg/hektar lahan.Sementara itu,para petani yang memiliki lahan didataran tinggi pada lahan terasering lebih sering menanam benih disepanjang parit yang berada diantara bedengan.
d.Pemupukan
            Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan kandungan unsur hara dilahan tanam.Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang,baik kotoran sapi,kambing,dan yaam.Pupuk yang diberikan harus matang,yakni kering,tidak berbau,dan teksturnya remah dan gembur.Pemberian pupuk yang belum matang membuat kondisi lahan menjadi panas dan bisa mengakibatkan kematian pada benih jagung yang ditanam.
            Waktu pemberian pupuk yang paling efektif adalah bersamaan dengan pencangkulan atau pembajakan,tetapi bisa juga diberikan saat akan membuat lubang tanam.Dengan begitu,pupuk yang diberikan akan tercampur merata dengan tanah lahan.Kebutuhan pupuk disesuaikan dengan luas lahan yang digunakan.Sebagai patokan,untuk lahan tanam seluas satu hektar,pupuk yang diberikan sebanyak 20-40 ton.

Share It

Google+ Badge

Google+ Followers